<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15604">
 <titleInfo>
  <title>The End of marketing as we know it</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Zyman, Sergio</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Gramedia</publisher>
   <dateIssued>2000</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Printed Material</form>
  <extent>xxi, 268 p. ; 24 cm</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Dalam The End of Marketing As We Know It, Zyman mengetengahkan, dengan bakat khususnya, strategi dan taktik pemasaran yang kontra intuitif dan sering kali provokatif yang membuat dia mendapat julukan &quot;Aya-Cola&quot; di Madison Avenue dan membantu meningkatkan nilai pasar The Coca-Cola Company dari $56 miliar menjadi $193 miliar hanya dalam waktu 5 tahun (suatu jumlah yang sangat menakjubkan!). Dengan menghancurkan mistik di sekitar disiplin pemasaran dan memulai tradisi menciptakan iklan dan promosi yang populer dan menyenangkan banyak orang, Zyman menceritakan anekdot-anekdot yang memberikan gambaran yang jelas, seperti mengapa dia memutuskan untuk tidak menayangkan kembali iklan Coke &quot;I'd like to teach the world to sing&quot; yang sangat disukai dan mengapa pemasaran &quot;hebat&quot; tidak ada gunanya kecuali jika hal itu menghasilkan penjualan, dia juga mengeksplorasi :&#13;
- Mengapa pemasaran bukan seni melainkan ilmu.&#13;
- Bagaimana suatu strategi yang direncanakan dengan matang lebih penting bagi sukses anda daripada apa yang dikatakan oleh iklan anda.&#13;
- Bagaimana segala sesuatunya dikomunikasikan dan apa makna semua itu bagi para konsumen.&#13;
- Meningkatnya demokrasi konsumen dan ancaman komunisme konsumen.&#13;
&#13;
&#13;
</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Marketing</topic>
 </subject>
 <classification>BA</classification>
 <identifier type="isbn">9796556944</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan - Sekolah Tinggi Manajemen PPM Pusat Informasi Manajemen</physicalLocation>
  <shelfLocator>BA Zym</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">30783</numerationAndChronology>
    <sublocation>General (General)</sublocation>
    <shelfLocator>BA Zym</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <slims:image>end.jpg.jpg</slims:image>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>15604</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2001-07-25 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2020-02-25 16:07:46</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>