<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="15765">
 <titleInfo>
  <title>Universitas yang kudambakan</title>
 </titleInfo>
 <name type="Personal Name" authority="">
  <namePart>Napitupulu, Washington P.</namePart>
  <role>
   <roleTerm type="text">Primary Author</roleTerm>
  </role>
 </name>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>USNI</publisher>
   <dateIssued>2001</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code">id</languageTerm>
  <languageTerm type="text">Indonesia</languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd">Printed Material</form>
  <extent>288 p. : 21 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Buku ini dibagi atas duabelas bab yang tidak terlalu panjang-panjang agar penguasaan-pemahamannya dapat berlangsung mangkus atau efektif, dan mudah diingat sehingga pelaksanaanya pun akan lebih terjamin. Dimulai dengan penjelasan tentang apa pendidikan dan apa pendidikan tinggi diteruskan dengan persyaratan tentang kesangkilan (efisiensi), kemangkusan (efektivitas) dan produktivitas kerja. Kemudian dibicarakan siapa mahasiswa, bagaimana mahasiswa lama bertingkah-laku untuk membantu mahasiswa baru dan bagaimana proses bermahasiswa itu harus dijalankan. Selanjutnya diuraikan tentang universitas yang harus berdwibahasa di era globalisasi sekarang ini dan peran disiplin di dalam kehidupan, terutama dalam bermahasiswa. Bab berikutnya membicarakan tentang UNESCO, universitas dan jalan-raya informasi (tuntutan globalisasi), lalu pendidikan tinggi di abad XXI. Juga dikemukakan apa yang dimaksud dengan kebebasan akademik dan otonomi keilmuan. Kemudian persoalan kurikulum nasional dan peranan penilaian atau evaluasi di dalam pelaksanaan kurikulum pendidikan tinggi, dan peranan senat universitas dan senat fakultas di dalam membangun pendidikan tinggi. Dilanjutkan dengan hubungan antara kaum perempuan dan pendidikan tinggi serta peranan yang harus mereka mainkan dalam manajemen dan pembangunan pendidikan tinggi. Lalu peranan yang harus dimainkan oleh perguruan tinggi di dalam mensukseskan program-program pendidikan untuk semua. Bab terakhir adalah mengenai peranan pendidikan tinggi dalam pembangunan bangsa.</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <subject authority="">
  <topic>Education</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Higher education</topic>
 </subject>
 <subject authority="">
  <topic>Curriculum</topic>
 </subject>
 <classification>NNM</classification>
 <identifier type="isbn">9799564670</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan - Sekolah Tinggi Manajemen PPM Pusat Informasi Manajemen</physicalLocation>
  <shelfLocator>NNM Nap</shelfLocator>
  <holdingSimple>
   <copyInformation>
    <numerationAndChronology type="1">30795</numerationAndChronology>
    <sublocation>General (General)</sublocation>
    <shelfLocator>NNM Nap</shelfLocator>
   </copyInformation>
  </holdingSimple>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>15765</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2002-01-24 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2021-08-12 15:23:31</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>