Detail Cantuman
Advanced Search
Kondisi industri alat berat di Indonesia
Merosotnya nilai kurs rupiah yang terjadi sejak Juli 1997 memaksa pemerintah menangguhkan dan mengkaji kembali puluhan proyek BUMN, pemerintah swasta yang terkait dengan BUMN. Proyek-proyek tersebut umumnya berbasis pinjaman luar negeri dan berskala besar. Hampir semua proyek pembangkit tenaga listrik dan proyek jalan tol swasta ditangguhkan dan dikaji kembali. Kondisi ini berdampak serius terhadap bisnis jasa konstruksi sebagai pelaksana proyek-proyek tersebut dan, pada gilirannya, bisnis alat berat yang banyak diserap oleh sektor konstuksi. Diperkirakan bisnis alat berat akan mengalami penurunan penjualan, mengingat sekitar 55% pasar alat berat diserap oleh sektor konstruksi, sedangkan kehutanan 23% dan sektor lain 21%.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
-
|
| Penerbit | : ., Oktober 1997 |
| Deskripsi Fisik |
p. 13-20
|
| Bahasa | |
| ISBN/ISSN |
-
|
| Klasifikasi |
-
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






