<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="26208">
 <titleInfo>
  <title>Krisis ekonomi dan sektor informal</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text"></placeTerm>
   <publisher></publisher>
   <dateIssued>02 Juli 2001</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>p.1C - 4C</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berdasarkan teori pull-factor dalam imigrasi secara gamblang dijelaskan, bahwa daya tarik perkotaan akibat kesenjangan wilayah menjadikan penduduk pedesaan melakukan migrasi ke kota(urbanisasi). Perkotaan menjadi pilihan utama bagi penduduk pedesaan atau pinggiran untuk menyelamatkan diri dari tekanan kemiskinan, sehingga arus urbanisasi sungguh mustahil untuk dicegah keberadaanya. Hal inilah yang akhirnya memunculkan usaha-usaha informal di perkotaan yang semakin lama berkembang luas. Dalam kondisi demikian sungguh kurang fair melakukan vonis terhadap mereka sebagai sumber kekumuhan perkotaan. Pengertiaan sektor informal adalah golongan usaha berskala kecil yang umumnya terdiri dari para pedagang kaki lima, pemulung, usaha industri kecil, kerajinan rumah tangga dan sejenisnya. Sifat kegiatannya sporadis, kurang terorganisir, lemah dalam akses modal, sangat kompetitif, menggunakan bahan baku lokal, bersifat padat karya, tidak berafiliasi ke pemerintah. Studi tentang sektor informal sudah banyak dilakukan. Pertama kali diperkenalkan oleh Keith Heart dalam suatu diskusi tentang pengangguran di perkotaan di Ghana, September 1971(World Development Report 1978, Vol.6, No.9). Dalam penerbitan ILO tahun 1972 tentang World Employment Programme, istilah sektor informal dimunculkan lagi dengan definisi mudah dimasuki (kompetitif), menggunakan sumber lokal, dimiliki oleh keluarga, padat karya, ketrampilan diperoleh di luar bangku sekolah, tidak diatur pemerintah (mandiri).</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan - Sekolah Tinggi Manajemen PPM Pusat Informasi Manajemen</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>26208</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2005-11-30 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2005-11-30 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>