No image available for this title

Indonesia and market access negotiations



Partisipasi suatu negara dalam "World Trade Organisation (WTO), menurut teori, selayaknya memberikan keuntungan bagi negara tersebut. Sementara, banyak argumen yang mendukung prediksi teori ini, saat ini, setelah sekitar berjalan satu dekade, mulai bermunculan pendapat yang cenderung menyangkal prediksi tersebut. "Tussie and Lengyel" (2000) secara khusus mengatakan bahwa akses pasar, bagi negara berkembang khususnya, belum banyak membaik seperti yang diperkirakan banyak kalangan.
Makalah ini membahas topik tersebut. Makalah ini ingin mencari jawaban atas pertanyaan, yang pada dasarnya, menanyakan apakah negoisasi akses pasar di WTO memberikan keuntungan bagi suatu negara yang ikut berpartisipasi di WTO, dengan menggunakan studi kasus Indonesia. Paper memfokuskan pada akses pasar untuk sektor barang, dan bukan sektor jasa. Selain itu, definisi akses pasar yang dirujuk oleh makalah ini adalah definisi akan akses pasar yang sempit, yaitu hanya mencakup penurunan tarif dan dan penghapusan tarid, serta beberapa larangan impor. Paper ini membahas pengaruh dari perundingan tentang akses pasar setelah putaran Uruguay.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data


Informasi Detil

Judul Seri
-
No. Panggil
-
Penerbit EU-Indonesia Trade Support Programme : Jakarta.,
Deskripsi Fisik
xii, 36 p. : figs., tabs., box ; 30 cm.
Bahasa
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
-
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subyek
-
Info Detil Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab

Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain




Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnyaXML DetailCite this