<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="41275">
 <titleInfo>
  <title>Harajutik sebagai produk hibriditas fashion ASEAN</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Manado</placeTerm>
   <publisher>PPM School Of Management</publisher>
   <dateIssued>2011</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>8 p.: figs., refs.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Berbagai produk distro/clothing, factory outlet, butik dan ritel di Bandung menawarkan berbagai desain untuk target pasar yang sama. Mereka melakukan diferensiasi untuk membedakan produk sehingga menjangkau target yang berbeda. Sejak diberlakukannya pasar bebas ASEAN-China, persaingan industri desain bertambah dengan masuknya produk desain China, Korea dan India. Banjirnya produk desain China yang dengan cepat mengkopi karya-karya desainer Paris serta mendistribusikannya ke seluruh dunia, membuat idealisme pola desain Tiarma Sirait tidak bisa bertahan. Penelitian ini menggunakan metode etnografi. Wawancara mendalam dan observasi terlibat pada pelaku kreatif desain fashion di Bandung. Informan merupakan desainer yang mempunyai pendidikan desain maupun otodidak menjadi pelaku kreatif fashion di Bandung selama minimal 5 tahun.&lt;br&gt;Hibriditas fashion adalah penggabungan dua bentuk yang memunculkan sifat-sifat tertentu dari masing-masing bentuk baik batik dan harajuku, sekaligus juga meniadakan sifat-sifat tertentu yang dimiliki keduanya. Hibriditas merupakan produk yang dibuat dengan motif untuk mencari keuntungan. Desain fashion harajutik merupakan salah satu bentuk perpaduan konsep kebudayaan klasik (batik Indonesia) dan mutakhir (harajuku Jepang). Reproduksi budaya fashion akibat adanya kepentingan ekonomi berupa barang/materi yang berguna dalam proses identifikasi diri atau kelompok tertentu, dipadukan oleh Tiarma Sirait dengan budaya fashion Jepang “Harajuku” dengan filosofi batik sehingga meningkatkan keunggulan bersaing domestik batik dalam ekonomi hibriditas harajutik.&lt;br&gt;</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn">20860390</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan - Sekolah Tinggi Manajemen PPM Pusat Informasi Manajemen</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>41275</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2014-06-13 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2014-07-15 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>