Detail Cantuman
Advanced Search
Analisis pengaruh modal sosial terhadap nilai-nila
Fungsi pasar sekarang ini tidak hanya sebagai tempat transaksi jual beli tetapi juga berperan sebagai tempat bersosialisasi dan bisa juga sebagai tempat wisata. Antara ketiganya membentuk profitabilitas dan afiliasi sosial, dan perhatian orang datang akan membentuk kegiatan usaha (entrepreneurship) dan pada akhirnya menjadi penunjang pemenuhan kebutuhan hidup dan berkontribusi meningkatkan perekenomian masyarakat setempat.
Pasar Terapung di Kuin Banjarmasin merupakan salah satu pasar tradisional rakyat terunik yang ada di Indonesia.Pasar ini tidak seperti pasar rakyat umumnya yang berada di darat, sesuai namanya, “terapung” pasar ini terletak di atas sungai, para penjual nya menjajakan dagangan dengan menggunakan jukung (perahu kecil). Yang uniknya lagi, proses transaksi jual beli yang terjadi di pasar ini bukan hanya menggunakan uang namun juga bisa dengan barter diantara para pedagang itu sendiri. Sebagai pasar milik rakyat jumlah pedagang di pasar Terapung kian menurun.Berdasar data dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora), pada 2008, jumlah jukung rombong ada 10 buah. Tahun 2010 hanya tersisa sembilan, hilang satu karena dicuri.Sedangkan jukung biasa, pada 2008 berjumlah 125 buah, hingga kini hanya tersisa 75.Hanya jukung beratap, baik yang bermesin ataupun tidak yang masih tetap, yaitu 25 buah, jumlah ini jauh merosot dibanding tahun tahun sebelumnya.
Penelitian ini dilakukan pada para pedagang pasar terapung sebanyak 40 orang yang dipilih secara acak untuk menguji hubungan antara modal sosial berupa jejaring sosial, kepercayaan, dan norma terhadap nilai-nilai kewirausahaan dalam bentuk inovatif dan kreatif, oreintasi pada hasil, pengambilan resiko, kepercayaan, dan bekerja keras. Hasil menunjukkan terdapat hubungan secara signifikan antara modal sosial berupa jejaring sosial, kepercayaan, dan norma terhadap nilai-nilai kewirausahaan dalam bentuk inovatif dan kreatif, sifat-sifat kepemimpinan, oreintasi pada hasil, pengambilan resiko, kepercayaan, dan bekerja keras, baik secara parsial maupun secara keseluruhan. Walaupun modal sosial secara keseluruhan cukup baik namun ketidaktahuan para pedagang terhadap cara berinovasi dan kreatif serta mengembangkan sifat-sifat kepemimpinan mengakibatkan pengembangan pasar terapung tidak terlalu maksimal. Sementara generasi muda yang diharapkan memiliki kemampuan tersebut karena memiliki latar belakang pendidikan yang lebih baik, kurang tertarik berdagang di pasar terapung karena kurang memiliki jaringan sosial, kepercaryaan dan kemampuan membuat norma.
Ketersediaan
Tidak ada salinan data
Informasi Detil
| Judul Seri |
-
|
|---|---|
| No. Panggil |
-
|
| Penerbit | PPM School Of Management : Denpasar., 2014 |
| Deskripsi Fisik |
14 p.: photos, figs., tabs., refs.
|
| Bahasa | |
| ISBN/ISSN |
2086 - 0390
|
| Klasifikasi |
-
|
| Tipe Isi |
-
|
| Tipe Media |
-
|
|---|---|
| Tipe Pembawa |
-
|
| Edisi |
-
|
| Subyek |
-
|
| Info Detil Spesifik |
-
|
| Pernyataan Tanggungjawab |
-
|
Versi lain/terkait
Tidak tersedia versi lain






