<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="44873">
 <titleInfo>
  <title>Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Manajemen</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Denpasar</placeTerm>
   <publisher>PPM School Of Management</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>17p., photos., tabs., refs.,</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengaruh harapan,manajemen, dan etos&#13;
kerja pada masyarakat tradisional, masih banyak dipengaruhi keyakinan,&#13;
komunitas, dan alam. Sejak lama orang mengenal kota Martapura di Kalimantan&#13;
Selatan sebagai penghasil batu permata intan terbaik di dunia. Reputasi&#13;
tersebut sekaligus membawa citra nasional makin di kenal di seluruh dunia.&amp;nbsp; Telah lama beberapa usaha tambang di dunia&#13;
turut berburu mencari intan di sana, namun kini hampir semua perusahaan besar&#13;
tersebut tinggal namanya saja, karena tidak mudah mendapatkan intan sementara&#13;
biaya yang dikeluarkan tidak sedikit akibatnya banyak yang bangkrut. Sementara&#13;
para pencari intan tradisional atau lebih dikenal dengan nama pendulang sampai&#13;
saat ini masih melakukan aktivitasnya. Seperti biasa tatanan sosial kebiasaan&#13;
adat suatu daerah pasti memiliki keunikan yang membedakannya dengan daerah&#13;
lain, termasuk dalam mengelola bisnis. Sehingga hal ini menarik untuk di kaji&#13;
bagaimana manajemen kearifan lokal para pendulang intan tradisional dalam upaya&#13;
mempertahankan aktivitas pencarian intan.&#13;
&lt;br&gt;&#13;
Penelitian ini dilakukan terhadap&#13;
pendapat 100 orang pendulang intan tradisional di PumpungKelurahan Sungai Tiung,&#13;
Kecamatan Cempaka, Kotamadya Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Metode&#13;
penelitian menggunakan kombinasi antara metode kualitatif untuk menggali&#13;
pendapat bentuk manajemen kearifan lokal yang berlaku dan faktor-faktor yang&#13;
dianggap mempengaruhinya. Sedangkan metode kuantitatif digunakan untuk menguji&#13;
pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap pemberlakuan manajemen kearifan lokal.&#13;
&lt;br&gt;&#13;
&#13;
Hasil penelitian menunjukkan&#13;
pendapat para pendulang yang dikonfirmasi pendulang lainnya menyatakan bahwa&#13;
praktek perencanaan pendulangan dilakukan secara sederhana terutama berkaitan&#13;
pengetahuan mereka tentang cuaca dan kondisi sungai, menggunakan peralatan&#13;
sederhana tanpa merusak alam lingkungan yang besar, bekerja berkelompok dengan&#13;
pembagian tugas yang jelas namun jika berhasil pembagian dilakukan secara adil,&#13;
jujur dan merata. Sementara dalam pelaksanaan pendulangan intan mereka mereka berupaya&#13;
menghindari kemungkinan kebakaran hutan, menghormati makhluk hidup lain dan&#13;
alam, menciptakan kondisi kerja yang kondosif. Pada tahap akhir, pendulang&#13;
melakukan pemeriksaan secara hati-hati. Hal ini terus mereka lakukan dengan&#13;
sabar dan penuh penantian.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&lt;br&gt;&#13;
Berdasarkan pendapat para&#13;
pendulang, kemudian diujikan secara statistik, bahwa faktor yang mempengaruhi&#13;
praktek manajemen kearifan lokal tersebut dipengaruhi sikap harapan (0.493)&#13;
untuk meningkatkan tarap hidup dan kehidupan beragama lebih baik,&amp;nbsp; konsep diri (0.150) bahwa mereka tidak&#13;
memiliki keahlian lain, kebiasaan (0,130) karena faktor alam dan keturunan, dan&#13;
keyakinan (0,395) bahwa apa yang mereka lakukan adalah pekerjaan mulia.&#13;
&#13;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&amp;nbsp;Kata Kunci :&amp;nbsp; &amp;nbsp;kearifan lokal, pendulang intan tradisional&lt;br&gt;&lt;br&gt;</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn">20860390</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan - Sekolah Tinggi Manajemen PPM Pusat Informasi Manajemen</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>44873</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2015-01-05 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2015-01-05 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>