<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="46522">
 <titleInfo>
  <title>Efektivitas pengaplikasian strategi dynamic asset</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>PPM School Of Management</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>ix, 175 p. : figs., tabs. : 28 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Pengalokasian aset merupakan proses yang penting, juga sebagai awal dalam proses investasi. Tiap-tiap kelas aset dalam suatu investasi sangat dipengaruhi oleh situasi atau keadaan pasar, sehingga dapat menyebabkan kelas aset tertentu menjadi lebih unggul dibanding aset lainnya. Dynamic asset allocation adalah sebuah strategi pengalokasian aset yang dapat diterapkan pada kondisi pasar yang berubah-ubah. Oleh karena itu yang menjadi pokok permasalahan dalam karya tulis ini yaitu apakah strategi ini efektif jika diterapkan pada pasar modal di negara emerging market di Asia Tenggara? Apakah terdapat perbedaan perolehan return yang signifikan dari masing-masing strategi dynamic asset allocation? Strategi alokasi aset mana yang ideal diterapkan di negara-negara emerging market Asia Tenggara (Indonesia, Malaysia, Filipina, Thailand, plus Singapura)? Hasil studi ini menunjukkan bahwa penerapan strategi dynamic asset allocation di satu sisi mengurangi jumlah imbal hasil namun di sisi lain mampu mengurangi risiko yang akibat volatilitas pasar modal. Berdasarkan uji Wilcoxon Signed-Rank Test ditemukan bahwa tidak ada perbedaan nyata perolehan return antara strategi buy and hold dan strategi constant mix (p-value &amp;gt; 0,05), ada perbedaan nyata perolehan return antara strategi buy and hold dan strategi Constant Proportion Portfolio Insurance (CPPI) (p-value &amp;lt; 0,05), dan ada perbedaan nyata perolehan return antara strategi constant mix dan CPPI (p-value &amp;lt; 0,05). Berdasarkan evaluasi reward-to-volatility ditemukan bahwa strategi constant mix lebih ideal diterapkan untuk Indonesia dan Filipina, sedangkan untuk Malaysia, Thailand dan Singapura strategi CPPI lebih ideal.&lt;br&gt;</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan - Sekolah Tinggi Manajemen PPM Pusat Informasi Manajemen</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>46522</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-02-17 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-10-15 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>