<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="46524">
 <titleInfo>
  <title>Strategi pemasaran rumah sakit jantung Jakarta (Ja</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>PPM School Of Management</publisher>
   <dateIssued>2014</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>xiii, 161 p. : figs., ills., tabs. ; 28 cm.</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penulisan tesis ini ditujukan untuk membantu RS Jantung Jakarta atau Jakarta Heart Center (JHC) merancang rencana marketing strategis untuk periode 2015 hingga 2018. Pembuatan rancangan ini berdasarkan konsep “Market-based Management” yang dikembangkan oleh Roger J. best (2013). Dalam proses pengumpulan dan analisis data, penulis menggunakan mix method research yang memadukan penelitian kualitatif dengan kuantitatif melalui survey responden, wawancara, observasi, dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi bisnis kesehatan jantung di Jakarta masih sangat tinggi dengan nilai market attractiveness 68.1 (B2B) dan 63,9 (B2C), serta nilai competitive position JHC sebesar 62.2 (B2B dan B2C). Hasil portfolio analisis menunnjukkan bahwa strategi pilihan yang harus diimplementasikan JHC ialah offensive strategy dengan pilihan pada core strategy IA: grow market share, dan core strategy ID: expand market demand. Rancangan implementasi strategi ini memberi rekomendasi kepada JHC untuk fokus pada pasar B2B dan B2C dengan membentuk marketing sales forces, menerapkan push dan pull communication, serta membentuk divisi corporate communication. Dari rancangan strategi tersebut, kebutuhan marketing expense yang diproyeksikan ialah sebesar 10%-12% per tahun dengan marketing ROI berkisar 700%-900% selama periode implementasi.&lt;br&gt;</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn"></identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan - Sekolah Tinggi Manajemen PPM Pusat Informasi Manajemen</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>46524</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2016-02-17 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2016-10-15 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>