<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="47254">
 <titleInfo>
  <title>Penerapan Standar Akuntansi IFRS, Konservatisme Ak</title>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>PPM School Of Management</publisher>
   <dateIssued>2016</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>19p; refs</extent>
 </physicalDescription>
 <note>Penelitian ini bertujuan untuk meneliti apakah penerapan standar akuntansi IFRS berpengaruh terhadap tingkat konservatisme akuntansi dan tingkat persistensi laba yang dilakukan oleh seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini berfokus pada tingkat konservatisme akuntansi dan persistensi laba dikarenakan penggunaan&lt;br&gt;fair value dalam IFRS masih menimbulkan banyak perdebatan. Penggunaan fair value&lt;br&gt;diklaim dapat meningkatkan keinfomatifan laporan keuangan namun disisi lain perusahaan tetap menghadapi ketidakpastian yang mana konservatisme masih diperlukan dalam&lt;br&gt;pelaporan keuangan. Selain itu, fair value juga diklaim dapat meningkatkan kualitas laba&lt;br&gt;dengan menyajikan laba yang lebih mencerminkan nilai perusahaan yang sebenarnya sehingga laba yang dihasilkan setiap tahunnya akan berfluktuasi, namun hal tersebut bertentangan dengan konsep persistensi laba yang mana laba yang berkualitas adalah laba yang tidak berfluktuasi dan stabil setiap tahunnya. Perusahaan yang dijadikan sampel dalam penelitian ini seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2009-2012 kecuali perusahaan perbankan dan keuangan. Total sampel yang digunakan adalah 918&lt;br&gt;observasi selama 6 tahun. Pengujian konservatisme menggunakan proksi rasio book to market&lt;br&gt;yang mencerminkan nilai buku ekuitas perusahaan terhadap nilai pasar relatif dan persistensi laba diukur menggunakan koefisien regresi dari persistensi laba. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan penerapan IFRS tingkat penggunaan konservatisme akuntansi menjadi kurang konservatif dan tingkat persistensi laba menjadi berfluktuatif atau tidak persisten. Implikasi hasil penelitian ini yakni dapat dijadikan respon dan masukan bagi regulator terhadap penerapan IFRS di Indonesia, sehingga regulator dapat mempertimbangkan alternatif kebijakan lain.&lt;br&gt;Kata Kunci: Penerapan IFRS, Konservatisme Akuntansi, Persistensi Laba&lt;br&gt;</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn">ISSN:20860390</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan - Sekolah Tinggi Manajemen PPM Pusat Informasi Manajemen</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>47254</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2017-01-18 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2017-01-18 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>