<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" ?>
<modsCollection xmlns:xlink="http://www.w3.org/1999/xlink" xmlns:xsi="http://www.w3.org/2001/XMLSchema-instance" xmlns="http://www.loc.gov/mods/v3" xmlns:slims="http://slims.web.id" xsi:schemaLocation="http://www.loc.gov/mods/v3 http://www.loc.gov/standards/mods/v3/mods-3-3.xsd">
<mods version="3.3" id="48210">
 <titleInfo>
  <title>Dinamika Perkembangan Pariwisata Pusaka:</title>
  <subTitle>Tinjauan</subTitle>
 </titleInfo>
 <typeOfResource manuscript="no" collection="yes">mixed material</typeOfResource>
 <genre authority="marcgt">bibliography</genre>
 <originInfo>
  <place>
   <placeTerm type="text">Jakarta</placeTerm>
   <publisher>Binus University</publisher>
   <dateIssued>Agustus 2015</dateIssued>
  </place>
 </originInfo>
 <language>
  <languageTerm type="code"></languageTerm>
  <languageTerm type="text"></languageTerm>
 </language>
 <physicalDescription>
  <form authority="gmd"></form>
  <extent>p. 169 - 183</extent>
 </physicalDescription>
 <note>pariwisata yang menunjukkan perkembangan pesat. Pariwisata pusaka di Indonesia mulai berkembang&#13;
pada awal milenium dengan kemunculan organisasi wisata pusaka di beberapa kota besar. Di Kota Bandung,&#13;
wisata pusaka mulai terlihat sejak 2003 dengan kemunculan Bandung Trails yang aktif menjalankan kegiatan&#13;
ini setiap tahun hingga saat ini. Identifikasi perkembangan pariwisata pusaka di Bandung, baik dari sisi&#13;
penawaran dan sisi permintaan, adalah tujuan dari penelitian yang menjadi basis bagi makalah ini. Jenis&#13;
penelitian adalah kualitatif, dengan populasi peserta kegiatan yang dilakukan Bandung Trails antara tahun&#13;
2003 hingga 2007. Sampel dipilih secara acak dengan melibatkan sekitar 750 responden yang diberikan&#13;
kuesioner untuk menghasilkan data primer tentang profil dan pola permintaan. Selain itu, data sekunder&#13;
digunakan untuk mengidentifikasi kondisi produk pariwisata pusaka dari sisi penawaran melalui berbagai&#13;
literatur. Pariwisata pusaka merupakan fenomena baru di Kota Bandung, yang mulai berkembang di awal&#13;
milenium dan dipelopori oleh organisasi-organisasi akar rumput di bidang pelestarian pusaka. Simpulan&#13;
penelitian mencakup, dari sisi penawaran, masih terdapat beberapa tantangan pengembangan pariwisata di&#13;
Kota Bandung, seperti masih lemahnya law enforcement, masih terbatasnya ekonomi masyarakat lokal, dan&#13;
kurangnya attachment antara warga dengan objek pusaka. Dari sisi permintaan, pelaku pariwisata di Bandung&#13;
masih didominasi oleh kaum muda berusia antara 19-30 tahun (78%) dan diasumsikan terdapat hubungan&#13;
antara tingkat pendidikan seseorang dengan minat terhadap pariwisata pusaka&lt;br&gt;</note>
 <note type="statement of responsibility"></note>
 <classification></classification>
 <identifier type="isbn">20871228</identifier>
 <location>
  <physicalLocation>Perpustakaan - Sekolah Tinggi Manajemen PPM Pusat Informasi Manajemen</physicalLocation>
  <shelfLocator></shelfLocator>
 </location>
 <recordInfo>
  <recordIdentifier>48210</recordIdentifier>
  <recordCreationDate encoding="w3cdtf">2018-03-13 00:00:00</recordCreationDate>
  <recordChangeDate encoding="w3cdtf">2018-03-13 00:00:00</recordChangeDate>
  <recordOrigin>machine generated</recordOrigin>
 </recordInfo>
</mods>
</modsCollection>